Rabu, 27 Januari 2016

Match review : Manchester City Lolos Ke Puncak

De Bruyne mencatatkan satu gol dan satu assist seiring Man City menang 3-1 atas Everton, memastikan diri lolos ke partai puncak Piala Liga.

Manchester City lolos ke final Piala Liga! Citizens mengklaim kemenangan 3-1 atas Everton, Kamis (28/1) dini hari WIB, di Etihad Stadium. Pasukan Manuel Pellegrini pun unggul dengan agregat 4-3 dan bakal menantang Liverpool di Wembley.
Adapun dalam pertandingan ini Man City dibobol duluan oleh Ross Barkley. Fernandinho berhasil menyamakan kedudukan, tetapi Kevin De Bruyne jadi pahlawan berkat satu gol dan satu assist kepada Sergio Aguero yang mengunci kemenangan mereka.

Babak Pertama

Tampil di kandang sendiri, Man City langsung menyajikan sepakbola menyerang melawan Everton. David Silva menjadi kreator utama, seiring Sergio Aguero mencari celah. Meski begitu, mereka masih kesulitan menembus lini belakang Everton yang rapat.
Strategi Roberto Martinez ternyata cukup efektif. Ia menumpuk pemain Everton di lini belakang dan memanfaatkan serangan balik. Peluang perdana mereka pun bisa menghasilkan gol seiring Ross Barkley menyambut umpan Leon Osman, lalu menaklukkan Willy Caballero.
Keunggulan tersebut ternyata tak bertahan lama. Man City semakin ngotot melakukan gempuran dan salah satu spekulasi mereka berbuah manis. Fernandinho melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak sempat dihalau oleh pertahanan Everton, langsung mengoyak gawang Joel Robles.
Transaksi serangan kembali terjadi setelahnya, tapi Man City mendominasi. Aguero nyaris membawa timnya unggul di menit 35 setelah menyambut umpan akurat Silva. Sayang, tendangan keras sang penyerang hanya membentur mistar. Bola rebound disambut oleh Silva, tapi Joel mampu menggagalkannya. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua

Transaksi serangan langsung tersaji setelah jeda turun minum. Barkley mengawalinya dengan tendanga keras akurat, tetapi masih mampu dihalau oleh Caballero. Sementara itu, Aguero sukses melewati kawalan dan membawa bola ke kotak penalti, tapi gagal memaksimalkannya.
Man City terus mengancam dan kembali menciptakan peluang emas, tapi dewi fortuna belum tersenyum pada mereka. Silva sukses menguasai umpan Pablo Zabaleta. Gelandang Spanyol itu langsung melepaskan sepakan keras. Sayang, bola hanya mampu menggetarkan mistar gawang.
Kebuntuan paruh kedua dan dorongan untuk menang akhirnya memaksa Manuel Pellegrini untuk menurunkan Kevin De Bruyne. Gelandang Belgia itu masuk menggantikan Yaya Toure. Tak disangka, ia langsung menambah intensitas serangan  Citizens .
De Bruyne langsung membayar kepercayaan Pellegrini dengan golnya di menit 70. Mantan gelandang Chelsea itu menyambut umpan Sterling, lalu dengan mudah menggulirkannya ke gawang Joel. Adapun aksi De Bruyne belum selesai.
Enam menit setelahnya, De Bruyne gantian menciptakan  assist  untuk Aguero . Ia melihat pergerakan Aguero yang bebas dan menyodorkan umpan akurat ke hadapan sang penyerang. Dengan muda, Aguero menyepak bola dan mengoyak gawang Joel. Man City unggul 3-1 dan sukses melangkah ke final dengan agregat 4-3.

Susunan Pemain

Man City: Caballero; Zabaleta, Otamendi, Demichelis, Clichy; Fernandinho, Delph, Silva, Toure, Sterling; Aguero
Everton:  Joel; Stones, Jagielka, Funes Mori, Baines; Cleverley, Barry, Deulofeu, Barkley, Osman; Lukaku

Sumber : http://www.goal.com/id-ID/match/manchester-city-fc-vs-everton-fc/2172349?ICID=RE

David De Gea Ingin Ikuti Jejak Peter Schmeichel




 David De Gea Ingin Ikuti Jejak Peter Schmeichel

Kiper Spanyol ini menyatakan ambisinya untuk menjadi legenda klub layaknya Peter Schmeichel.

 

Penjaga gawang Manchester United David de Gea menyatakan ambisinya untuk bisa menjadi legenda klub seperti halnya mantan kiper United di era 1990-an, Peter Schmeichel.
Kabar kepindahan De Gea ke Real Madrid dalam beberapa hari terakhir kembali mencuat terutama setelah rakasasa Spanyol itu terkena sanksi embargo transfer mulai bursa transfer musim panas hingga Januari 2017.

Madrid pun diperkirakan akan bergerak mengajukan tawaran kepada De Gea pada Januari ini, namun kiper asal Spanyol itu menegaskan komitmennya untuk tetap berseragam United.

“Saya gembira dan menikmati karier di sini. Saya percaya dengan tim ini. Schmeichel merupakan salah satu kiper terhebat di Liga Primer, legenda klub, dan itulah yang saya inginkan,” ungkap De Gea kepada Sky Sports.
“Saya berlatih setiap hari untuk menjadi kiper terbaik di dunia. Itulah tujuan saya. Saya tidak tahu siapa yang terbaik di dunia saat ini, tetapi saya ingin mewujudkan ambisi itu. Saya juga ingin memenangkan trofi bersama Manchester United,” tegasnya.

Rabu, 13 Januari 2016

AMD Mendemonstrasikan Arsitektur GPU Revolusioner Polaris 14nm FinFET

Las Vegas, Nev. — CES 2016 –  6 Januari, 2016 — AMD (NASDAQ: AMD) menunjukkan kepada para pelanggan secara sekilas mengenai arsitektur GPU Polaris yang akan hadir di 2016, menyoroti sejumlah peningkatan signifikan dari arsitektur termasuk dukungan monitor HDR (High Dynamic Range) dan standar kinerja berbanding watt yang jauh lebih unggul. AMD memperkirakan pengiriman GPU berbasis arsitektur Polaris ini dapat dimulai pada pertengahan 2016.
GPU 14nm FinFET berbasis arsitektur Polaris milik AMD ini menghadirkan lompatan luar biasa dalam hal efisiensi daya. GPU berbasis Polaris telah dirancang untuk menghadirkan tampilan grafis dengan frame rate yang mulus, gaming, VR, dan berbagai aplikasi multimedia yang dapat berjalan pada bentuk komputer dengan desain yang lebih ringkas dan ringan.
FinFET GPU
– Penampilan secara publik pertama di dunia teknologi GPU 14nm FinFET yang menjanjikan kemampuan lebih dari dua kali kinerja per watt dari generasi sebelumnya, saat ini sejumlah sample sudah dikirim ke OEM

“Arsitektur Polaris baru kami menunjukkan kemajuan signifikan dalam hal performa, efisiensi daya, dan berbagai fitur,” ujar Lisa Su, president dan CEO, AMD.  2016 akan menjadi tahun yang sangat menarik bagi para penggemar Radeon™ karena adanya arsitektur Polaris, Radeon Software Crimson Edition dan berbagai inovasi lain yang ada dalam jalur rencana Radeon Technologies Group kami.”
Arsitektur Polaris menggunakan arsitektur Graphics Core Next (GCN) dari AMD generasi ke empat,  generasi terbaru dari teknologi display dengan dukungan HDMI 2.0a dan DisplayPort 1.3, dan berbagai fitur multimedia generasi terbaru termasuk 4K h.265 encoding dan decoding.
AMD telah memiliki rekam jejak yang kuat dalam meningkatkan efisiensi energi secara dramatis pada prosesor mobile-nya, menargetkan 25x penyempurnaan hingga tahun 2020.

Sumber : http://pcmedia.co.id/2016/01/amd-mendemonstrasikan-arsitektur-gpu-revolusioner-polaris-14nm-finfet/

Sejarah Hari Ini (14 Januari 2014) Debut Patrice Evra di Manchester United

Hari ini sepuluh tahun silam, full-back Prancis Patrice Evra resmi mencatatkan debutnya untuk raksasa Liga Primer Inggris Manchester United.

Evra, yang waktu itu berusia 24 tahun, didatangkan pihak klub dari AS Monaco di kisaran hanya £5 juta pada 10 Januari 2006, dan empat hari berselang ia diberi kesempatan debut oleh manajer Sir Alex Ferguson melawan Manchester City di Etihad Stadium.

Di pertandingan itu, yang merupakan lanjutan Liga Primer 2005/06 matchday ke-22, Evra dimainkan sejak menit pertama. Namun ia belum terlihat menyatu hingga membuat Sir Alex menariknya di saat jeda sebagaimana tim Setan Merah tertinggal dua bola menyusul gol Trevor Sinclair dan Darius Vassel, dengan posisinya digantikan oleh Alan Smith.

Sir Alex mengakui performa timnya di babak pertama terbilang buruk, dengan ia mengatakan: “Kami sebelum ini dalam performa bagus namun jujur saja kami tidak tampil cukup baik di babak pertama [untuk pertandingan ini],” ujarnya.

“Kami dengan gampangnya memberi bola kepada mereka [City] dan permainan kami di sepertiga akhir juga tidak cukup bagus. Umpan-umpan silang ke dalam kotak begitu mudah diantisipasi dan kami harusnya bisa melakukan hal yang lebih baik dari itu.”








Meski debutnya berakhir dengan kekecewaan, Evra, yang empat hari kemudian dilewatkan dalam kemenangan United 5-0 atas Burton Albion di partai replay putaran ketiga Piala FA, kembali ke starting XI dan berhasil membantu timnya menang tipis 1-0 atas Liverpool di liga dalam derby North-West di Old Trafford.
Di akhir musim tersebut, United hanya finis sebagai runner-up Liga Primer di bawah Chelsea. Mereka juga tedepak di Piala FA di putaran kelima setelah dikalahkan Liverpool, namun tim Setan Merah mengakhiri musim tersebut dengan merengkuh trofi Piala Liga usai mengalahkan Wigan Athletic empat gol tanpa balas.
Di musim itu, Evra hanya tampil 11 kali di Liga Primer, satu kali di Piala Piala FA dan dua kali di Piala Liga.
Secara keseluruhan, pemain kelahiran Dakar, Senegal itu mengemas 379 gol penampilan bagi United di semua kompetisi, dengan ia membawa klubnya meraih lima gelar Liga Primer, tiga Piala Liga, lima Community Shield, satu Liga Champions serta satu Piala Dunia Antarklub.
Evra pergi meninggalkan Old Trafford pada musim panas 2014 untuk memperkuat raksasa Italia Juventus. Di sana, ia sejauh ini sudah menggondol satu medali Serie A, satu Coppa Italia dan satu Supercoppa Italia.

 Sumber : http://www.goal.com/id-ID/news/1108/sepakbola-inggris/2016/01   /14/19289212/sejarah-hari-ini-14-januari-debut-patrice-evra-untuk